Pro dan Kontra Hasil Suntik Putih

Siapa orangnya yang tidak ingin memiliki kulit putih yang bersih dan berkilau alami? Pastinya semua wanita mengidamkan hal ini karena tidak hanya bisa menyempurnakan penampilan tapi juga bisa menambah rasa percaya diri. Keinginan inilah yang membuat banyak wanita mencoba berbagai hal termasuk metode instan seperti suntik putih. Sayangnya, metode ini sendiri masih menuai pro dan kontra akan hasil suntik putih yang didapat.

Salah satu metode umum suntik putih adalah dengan melakukan injeksi melalui laroscorbine. Laroscorbine sendiri adalah obat yang mengandung vitamin C dosis tinggi seperti ekstrak kolagen serta asam askorbat. Meski bisa memutihkan, kita sebagai konsumen juga harus pandai-pandai memilih agar mendapatkan hasil suntik putih yang maksimal dan aman. Pemikiran yang salah seperti semakin banyak dosis yang disuntikkan maka akan semakin putih harus dihilangkan mengingat ada indikasi medis yang harus diperhatikan.

Pemberian suntik putih vitamin C yang berlebihan justru tidak akan memberikan hasil yang kita inginkan melainkan menimbulkan gangguan atau kerusakan pada organ tubuh kita yang lain. Salah satu organ dalam yang akan mendapatkan efek buruk adalah ginjal. Pemberian vitamin C dosis tinggi yang tidak sesuai dengan takaran akan bisa memperberat fungsi ginjal sehingga kerusakan ginjal juga bisa dengan mudah terjadi. Tidak hanya ginjal, otak juga bisa mengalami kerusakan jika suntikan ini diberikan tanpa perhitungan.

Laroscorbine sendiri adalah suatu bentuk vitamin yang memiliki efek terapitid. Efek ini akan menghambat sel melanin untuk tidak membelah diri secara agresif. Dengan sendirinya, melanin atau butiran pigmen yang menentukan warna kulit akan lebih pelan terbentuk sehingga warna kulit wanita Indonesia yang cenderung kusam atau gelap akan bisa terlihat lebih cerah. Tentunya, vitamin C ini tidak lantas bisa dengan bebas diberikan untuk mencapai tingkat putih yang kita inginkan karena ada batas maksimal warna putih yang bisa dilihat pada lengan atas bagian dalam dari kulit seseorang.

Selain dosis yang tidak sesuai aturan, kita juga harus mewaspadai menjamurnya praktik illegal yang banyak mengambil keuntungan dari animo masayrakat. Begitu besar masayarakat yang ingin menggunakan metode ini namun hanya sedikit yang memiliki pengetahuan memadai tentang penerapan suntikan pemutih ini. Laroscorbine sendiri berharga sangat murah yaitu sekitar 10.000 rupiah tapi banyak ditawarkan dengan harga berlipat sebanyak 600.000 bahkan 1 juta. 


Untuk menghindari berbagai dampak yang tidak diinginkan maka sangat disarankan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis kulit sebelum melakukan metode pemutihan kulit ini. Biarkan dokter yang berpengalam memeriksa kondisi kulit kita terlebih dahulu karena kondisi kesehatan kulit setiap orang pastinya akan berbeda-beda sehingga membutuhkan perawatan yang berbeda juga. Semua efek negatif akan bisa dihindari sedini mungkin jika kita ditangani oleh orang yang berkompeten di bidangnya.
Demikian artikel tentang Pro dan Kontra Hasil Suntik Putih. Temukan artikel menarik lainnya di Pemutih Kulit Tubuh Alami Permanen

Back To Top